Friday, 16 February 2018 02:37

Alat Penghemat Tagihan Listrik Tak Fungsi

Written by

Pertanyaan:

Alat Penghemat Tagihan Listrik Tak Fungsi

Selamat pagi Notaris/PPAT Batam, kami memiliki usaha rumah makan dan pencucian mobil. Setelah menggunakan alat penghemat listrik beberapa unit, ternyata tagihan listrik tidak berkurang dan tagihannya sama saja. Apakah alat penghemat listriknya tidak bekerja maksimal atau bagaimana? Sebab saya sudah membeli lima unit alat ini dan per unitnya dibeli seharga Rp250.000,00. Mohon penjelasannya Pak?
Pengirim: +62813640024xx

Jawaban:

Alat Hanya Menghemat Transmisi Listrik

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Seringkali seseorang menawarkan alat penghemat listrik. Penjual meyakinkan calon pembeli bahwa dengan memasang alat tersebut dapat menghemat listrik sampai dengan 30 sampai 40 persen. Umumnya penjual alat-alat ini memiliki alat demonstrasi untuk menunjukkan kepada calon konsumen bahwa alat penghemat listrik benar-benar bekerja dan bisa menghemat.

Biasanya alat peraga dilengkapi dengan sumber daya listrik, beberapa beban seperti lampu neon, bor, vacuum cleaner, pengering rambut, dan sebagainya, amperemeter dan tentunya alat yang dipasarkan. Saat demonstrasi sungguh meyakinkan namun alat penghemat listrik tersebut tidak dapat mengurangi biaya atau tagihan listrik yang harus dibayarkan setiap bulannya oleh pelanggan.

Pertama kali penjual akan menyalakan beban tanpa menyalakan alat penghemat dan menunjukkan besarnya arus yang dikonsumsi. Setelah itu, alat penghemat dinyalakan dan kepada calon konsumen akan diperlihatkan daya yang dikonsumsi menjadi berkurang. Penjual juga akan dengan sigap menjelaskan jika alat ini hanya akan berfungsi pada beban motor listrik atau yang memiliki kumparan atau bersifat induktif.

Bagaimana dengan alat demonstrasi yang cukup meyakinkan seakan-akan menjadi bukti bahwa alat penghemat listrik dapat menghemat listrik mulai 30 sampai 40 persen? Kami akan menjelaskan berdasarkan analisa dan pengalaman kami. Pertama dengan menggunakan amperemeter. Amperemeter akan menunjukkan angka yang lebih rendah jika alat penghemat listrik dipasang dalam sebuah soket listrik.

Kebanyakan calon konsumen tidak tahu bahwa amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata dan bukan pada komponen daya aktif. Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif sebenarnya tidak akan berubah. Kedua, adalah menggunakan wattmeter.

Penjual yang melakukan ini lebih cerdik sebab provider listrik mengukur berdasarkan watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi. Penghematan yang terhitung pada wattmeter adalah penghematan transmisi daya yang tidak realistis sebab kabel listrik di rumah tidak sepanjang gulungan kabel yang berada di belakang alat demonstrasi.

Ketiga menggunakan wattmeter, tetapi dengan tidak memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa tegangan listrik sudah jauh di bawah 220 volt. Selain itu, yang perlu diperhatikan juga adalah masalah harga. Alat ini dijual mulai dengan harga sekitar puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Dari analisa kami, kesimpulan mengenai alat penghemat listrik tidak dapat menghemat biaya listrik PLN seperti yang diklaim 30 sampai 40 persen. Jika ada yang dihemat, maka itu hanyalah penghematan pada transmisi daya dalam rumah yang besarnya tidak begitu signifikan. Bahkan penggunaan alat ini akan menyebabkan biaya yang sedikit lebih tinggi karena alat ini juga membutuhkan daya listrik.

Selain itu, sebenarnya alat ini hanya berguna untuk mengurangi frekuensi anjlok atau turun jika penggunaan listrik calon pelanggan mendekati jumlah pemakaian yang dibatasi oleh provider listrik. Untuk itu, jika alat ini justru menimbulkan pembayaran tagihan yang tidak wajar sebaiknya tidak usah digunakan. Saran kami, jika ingin tagihan listrik turun, sebaiknya menggunakan listrik secukupnya dan proporsional. Demikian jawabannya.

Read 92 times
Wirlisman, SH Notaris & PPAT

Komplek Jaya Putra Blok B/5 Jalan Raja Ali Haji, Kel. Sungai Jodoh, Kec. Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29453 | Website: www.notarisppat.co.id Email: info[at]notarisppat.co.id | Tel. +62-778-431931 Mobiles +6281-270-600-277 | Kirim Pertanyaan Anda Klik Di Sini !

Jasa Notaris & PPAT Wirlisman, SH

Pembuatan akta kuasa, akta hipotik, akta koperasi, akta yayasan, akta strata title, akta perubahan, akta perdamaian, akta perkumpulan, akta jual beli kapal, akta jual beli saham, akta perjanjian kredit, akta sertifikat fidusia, akta perjanjian kawin, akta pendirian perusahaan (PT), akta balik nama rusun, akta perjanjian perikatan, akta pendirian perusahaan terbuka, akta balik nama ahli waris, akta penyertifikatan kapal, akta sertifikat hipotik kapal, akta pemisahan dan pembagian, akta wasiat dan daftar pusat wasiat, akta balik nama ahli waris Tionghoa, pembuatan akta pendirian atau perubahan atau pembubaran (CV/PT/Yayasan/Koperasi), akta merger, akta akuisisi, akta pengakuan hutang dengan jaminan, akta fidusia bersama sertifikat fidusia, akta perjanjian kerja sama antarperusahaan, akta keluar masuk persero (pemasukan atau pengeluaran persero), akta kuasa memasang hipotik kapal dan pesawat terbang, akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), akta yang mengesahkan salinan atau dokumen benar dibuat dan ditandatangani oleh yang berhak dalam perjanjian, pembuatan akta perjanjian utang piutang per orangan; kredit bank konvensional; kredit bank sindikasi; kredit bank syariah; kredit perusahaan pembiayaan atau multifinance, Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) untuk wilayah seluruh Indonesia kecuali wilayah tertentu, akta kuasa perusahaan, akta kuasa perusahaan terbuka, akta kuasa perusahaan dalam rangka PMA atau PMDN, akta kuasa koperasi/badan usaha/instansi, akta kuasa per orangan, akta-akta perjanjian perikatan, akta perjanjian kerja sama antarperusahaan, pembuatan akta perjanjian kerja sama pembangunan, akta perjanjian Build Operation Transfers (BOT), akta perjanjian penunjukan sole agent atau kerja sama franchising, akta pendirian/perubahan koperasi primer, koperasi sekunder, koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi karyawan, koperasi mahasiswa, akta pendirian/perubahan yayasan pendidikan, sosial, keagamaan, penerbitan akta perkumpulan; pendirian/perubahan partai politik, lembaga sosial, paguyuban, ikatan profesi/keagamaan/hobi, pembuatan akta pembagian hak bersama seperti akta untuk memecah sertifikat tanah/bangunan sesuai dengan banyaknya pemilik (data yuridis yang ada), akta tukar-menukar tanah/bangunan dari pemilik yang satu dengan pemilik lain, akta hibah atau pemberian tanah/bangunan semasa pemberi masih hidup, akta waris, akta pembagian hak bersama, Akta Pembebanan Hak Tanggunan (APHT), pembuatan Akta Jual Beli (AJB) tanah/bangunan, pengecekan sertifikat, roya (penghapusan keterangan kredit dalam sertifikat), balik nama sertifikat, pembuatan sertifikat/penyertifikatan tanah adat/tanah negara, pengurusan perpajakan, pengurusan perizinan Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), sertifikat dibalik nama ke pembeli, pemecahan sertifikat (membantu pengurusan dari sertifikat induk dipecah menjadi beberapa sertifikat pecahan sesuai dengan kebutuhan), perpanjangan sertifikat meliputi perpanjangan masa berlakunya HM/HGB/HGU/HP, pengurusan pajak, BPHTB, izin sangat khusus untuk pendirian perusahaan dalam negeri/PMA, surat domisili, SIUP/TDP/NPWP, izin khusus dari instansi terkait, dan lain-lainnya

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd